Catatan hening (6)

29Mar08

Bunda,

Hari ini kami belajar menggambar

Lalu, ku gambar wajah bunda yang sejuk

Wajah ayah yang bijak

Wajah cantik adik Lala,

Juga wajah sabar Bi Inah

Tak lupa rumah indah kita 

Ku warnai dengan cinta

Ku bingkai dengan hati

Karena akan kupersembahkan untukmu,

Atas cinta yang kau beri 

Bunda,

Simpan gambarku ini

Karena hanya ini yang akan kubawa

Sekaligus kutinggalkan untuk kalian

Bukan karena tidak sayang 

Tapi memenuhi panggilan takdir        

                (untuk (alm) Bennet dan Ezra kecil) 

Laban, 27 Maret 2008



2 Responses to “Catatan hening (6)”

  1. Puisi yang sangat menyentuh…

  2. 2 dayurai

    Terima kasih bu.
    Puisi ini saya buat sebagai ungkapan bela sungkawa kepada seorang teman milist yang kehilangan puteranya, meninggal ketika mobil jemputannya terbakar di halaman sekolah pada waktu mereka akan pulang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: