Shipment Term (Ayo Ekspor – part 2)

14Mar08

Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai perijinan dan prosedur ekspor, bahasan kali ini akan membicarakan masalah shipment term, yaitu moda atau model pengapalan / pengiriman barang.Pada umumnya pengiriman barang bisa dilakukan via laut  dengan kapal (seafreight) dan via udara dengan pesawat terbang (airfreight.) Seafreight cocok digunakan untuk barang dengan volume banyak baik dalam arti kubikasi maupun berat, tetapi tentunya memerlukan jangka waktu pengiriman yang lebih lama. Sedangkan airfreight cocok untuk barang dengan volume kecil baik berat maupun kubikasinya, dengan kelebihan jangka waktu pengiriman lebih pendek.  Untuk seafreight  bisa menggunakan container atau loose cargo atau juga dikenal dengan nama bulk cargo atau cargo curah.

Bulk atau loose cargo adalah cargo yang dikirim dengan tidak menggunakan container tetapi langsung dimuat diatas deck kapal baik deck atas maupun dalam deck. baik dengan atau tanpa kemasan karung. Biasanya barang – barang dimuat adalah barang curah misalnya pasir, hasil tambang, pupuk, jagung, dll.

Untuk cargo yang menggunakan container kita mengenal istilah FCL dan LCL. FCL atau full container loaded  digunakan untuk suatu container yang digunakan oleh satu orang shipper  (pengirim barang) secara ekslusif untuk pengirimannya sendiri. Artinya berapapun jenis barang yang dimaksud selama container itu digunakan oleh satu shipper istilah FCL digunakan. Misalnya, satu eksporter akan mengirim barang berupa furniture, barang elektronik ke suatu negara memerlukan container 20 ft dan digunakan sendiri khusus untuk barangnya, maka pengiriman model ini disebut FCL.

 Istilah LCL (less container loaded) artinya container memuat beragam barang milik dari beberapa shipper. Dalam hal ini si pemilik barang akan mengumpulkan barang-barangnya kepada konsolidator yang akan menggabungkan banyak barang supaya bisa dimuat dalam satu container untuk dikirim ke negara tujuan. Biasanya, seluruh barang dikumpulkan di gudang konsolidator dan dimuat oleh konsolidator dalam satu container lalu dikirim ke pelabuhan transit, biasanya Singapura, kemudian di bongkar dan dikumpulkan lagi ke dalam satu kontainer dengan barang – barang lain untuk tujuan negara yang sama.Container sendiri ada beberapa jenis dan ukuran.

Berdasarkan ukuran, container ada yang 20ft, 40ft, 40HCft (highcube atau jumbo)ft dan 45ft. sedangkan berdasarkan tipe, container ada steel dry ( dry container) atau kontainer untuk barang – barang kering), reefer container (untuk barang basah dan segar), tank container ( untuk barang cair), flat rack container (container flat tanpa dinding samping dan atas untuk barang yang tidak bisa dimuat dengan container tertutup biasanya mesin-mesin dll, open top container (container dengan atap terbuka tapi tetap ada dinding samping).

Penentuan rate atau freight untuk FCL ditentukan berdasarkan berapa unit container yang dipakai, tipe dan ukuan container serta kemana container dikirim. Sedangkan, rate atau freight untuk LCL ditentukan berdasarkan kemana barang dikirim dan berapa volume kubikasinya atau beratnya, mana yang lebih besar. Demikian juga halnya dengan pada airfreight, berdasarkan volume kubikasi atau berat.

Berdasarkan kondisi penerimaan dan pengiriman barang oleh agen seafreight dan airfreight, dikenal istilah CY – CY atau Port – Port  yang artinya barang diterima oleh pihak agen di pelabuhan muat  dan dikirim hanya sampai pelabuhan bongkar. Sedangkan Door – Door, berarti barang diambil oleh agen di gudang pengirim dan dikirim sampai gudang penerima. Sedangkan istilah CFS – CFS, berarti barang diterima di gudang konsolidator pelabuhan muat dan dikirim hanya sampai gudang konsolodator pelabuhan bongkar. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya kombinasi misalnya CY – Door, atau Door – Port, dll. 

Demikian dulu bahasan mengenai shipment term, pada kesempatan lain akan dibahas masalah lain yang tentunya masih berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor. Semoga bermanfaat. 



6 Responses to “Shipment Term (Ayo Ekspor – part 2)”

  1. 1 Yulia

    Saya masih kurang jelas untuk penjelasan mengenai CY dan CFS. Mohon untuk dierikan ilustrasinya. Terima kasih atas jawabannya.

    • 2 dayurai

      Salam kenal,
      CY itu berarti Container Yard yaitu tempat penumpukan kontainer di pelabuhan, digunakan sebagai istilah untuk port untuk pengiriman dengan full container. Sedangkan CFS digunakan untuk istilah port pada pola pengiriman LCL.
      Semuanya berarti barang hanya dikirim sampai di pelabuhan saja, sehingga pemilik barang harus mengantar atau mengambil kontainer/barang sendiri ke atau dari pelabuhan untuk dibawa ke gudangnya.

  2. 3 winlut engta

    Thanks bahasannya, cukup informatif. Tadinya pengen tau istilah LCL aja, eh ternyata ada bonus info lain. Thanks again.

  3. 5 G'bbon

    Tolong perjelas ukuran kubikasi untuk kapasitas barang yang dimuat kedalam kontainer ukuran 40′ dan 20′ berapa maksimal muat dan berapa kapasitas beratnya untuk FCL ? tolong juga bagaimana cara yang praktis, effektif dan effisien dalam menghitung kubikasinya. Atas jawaban yang diberikan sy haturkan terima kasih.

    • 6 dayurai

      Kapasitas container bisa dihitung dengan cara mengalikan ukuran interior dimension masing-masing container. sedangan untuk maksimum berat yang bisa dimuat, bisa dilihat dari data payload masing-masing container.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: