Catatan Hening (10)
Aku diam bukan bisu
Aku diam bukan enggan
Aku diam bukan tidak peduli
Aku diam bukan pengecut
Tapi
Diamku adalah kata-kataku
Diamku adalah keinginanku
Diamku adalah perasaanku
Diamku untuk bermakna
Laban, 12 Juni 2008
Kupilih kau bukan tanpa pilihan
Kupilih kau bukan tanpa tujuan
Padamu kusandarkan harapan
Padamu kusandarkan angan
Meski kian nyata adanya
Kau bukan pilihan terbaik
Tapi kuterima sebagai pilihan
Karena janji tidak bisa ditarik
Meski luka kian menganga
Laban, 12 Juni 2008
Ketika kata tidak lagi bermakna
Ketika maki kian menggema
Hati tidak lagi berkuasa
Hampa meraja
Kembalilah pada hening
Bicaralah dengan diam
Terang pun menjelang
Laban, 12 Juni 2008
Filed under: Religi dan spiritual | 3 Comments
Cari
-
Anda sedang menjelajah arsip weblog Ekspor yuk!!.
Seperti tidak sedang hening, malah mencari-cari hening
bener pak.. kadang saat hening pun kita masih mencari keheningan sebenarnya..
Terkadang, seiring kita “mengenal” keheningan, mungkin kita telah mulai kehilangannya, dan kita pun mencari-cari lagi.