Bunda,

Hari ini kami belajar menggambar

Lalu, ku gambar wajah bunda yang sejuk

Wajah ayah yang bijak

Wajah cantik adik Lala,

Juga wajah sabar Bi Inah

Tak lupa rumah indah kita 

Ku warnai dengan cinta

Ku bingkai dengan hati

Karena akan kupersembahkan untukmu,

Atas cinta yang kau beri 

Bunda,

Simpan gambarku ini

Karena hanya ini yang akan kubawa

Sekaligus kutinggalkan untuk kalian

Bukan karena tidak sayang 

Tapi memenuhi panggilan takdir        

                (untuk (alm) Bennet dan Ezra kecil) 

Laban, 27 Maret 2008



2 Responses to “Catatan hening (6)”  

  1. Puisi yang sangat menyentuh…

  2. 2 dayurai

    Terima kasih bu.
    Puisi ini saya buat sebagai ungkapan bela sungkawa kepada seorang teman milist yang kehilangan puteranya, meninggal ketika mobil jemputannya terbakar di halaman sekolah pada waktu mereka akan pulang.


Leave a Reply