Aku diam bukan bisu

Aku diam bukan enggan

Aku diam bukan tidak peduli

Aku diam bukan pengecut

Tapi

Diamku adalah kata-kataku

Diamku adalah keinginanku

Diamku adalah perasaanku

Diamku untuk bermakna

                   Laban, 12 Juni 2008

 

 

Kupilih kau bukan tanpa pilihan

Kupilih kau bukan tanpa tujuan

Padamu kusandarkan harapan

Padamu kusandarkan angan

Meski kian nyata adanya

Kau bukan pilihan terbaik

Tapi kuterima sebagai pilihan

Karena janji tidak bisa ditarik

Meski luka kian menganga

                   Laban, 12 Juni 2008

 

 

 

Ketika kata tidak lagi bermakna

Ketika maki kian menggema

Hati tidak lagi berkuasa

Hampa meraja

Kembalilah pada hening

Bicaralah dengan diam

Terang pun menjelang

                   Laban, 12 Juni 2008


Bunga wijaya kusuma kami akan berbunga untuk kesekian kalinya. Kelopak bunganya sudah menggembung, tinggal menunggu waktu untuk merebak.

Ada empat kuncup bunga, yang dua kuncup sudah mekar rabu malam kemarin. Tinggal dua kuncup lagi yang saya yakin pasti hari kamis malam ini.

 

Bunga ini memang kalau berbunga hanya pada malam hari dan mampu bertahan semalam. Karena itu kali ini saya pun bertekad ingin melihat lagi proses merekahnya kuncup – kuncup itu menjadi bunga yang indah, setelah sekian lama selalu “ditilap” sejak waktu pertama bunga kami mulai berbunga. Memang waktu pertama kali bunga yang kami tanam ini berbunga, kami sekeluarga sempat menunggui proses mekarnya kelopak hingga merekah dan menebarkan wanginya yang sempurna. Tapi setelah itu setiap kali tanaman ini berbunga kami selalu ketinggalan proses itu. Kami hanya dapati bunga yang sudah mekar, bahkan tak jarang pada pagi harinya kami dapati bunga yang sudah menutup kelopak layunya.

 

Pukul 18.15 WIB, saya berniat memanggil tukang pijat, tapi niat itu saya urungkan karena saya melihat kuncup-kuncup bunga wijaya kusuma kami mulai menggembung. Putri kami dan saya mengambil kursi dan duduk menghadap bunga itu, tapi setelah berlalu lima menit, putri saya merengek minta masuk kedalam rumah karena ingin bermain puzzle kayu. Saya pun membawa masuk tanaman dalam pot tersebut kedalam rumah. Sambil menemani si kecil main, mata saya tetap mengawasi perubahan yang terjadi pada kuncup itu.

 

Setengah jam berlalu tanpa tanda-tanda kuncup akan merekah. Hingga pukul 19.35WIB, satu kuncup mulai membuka ujung kuncupnya. Hati saya bergetar melihat kejadian itu.. Ya Tuhan indah sekali proses ini. Pukul 20.05 WIB ujung kuncup yang satunya membuka. Sambil berharap-harap cemas seperti menantikan kelahiran seorang bayi dan terus berusaha mati-matian untuk menahan kantuk yang menyerang sekaligus menghadapi rengekan putriku yang minta perhatian, sambil terus berusaha memetik kuncup-kuncup itu. Sampai akhirnya dia tertidur. Saya berusaha sabar menanti merebaknya kelopak kedua kuncup ini menjadi kuntum bunga yang sempurna mekarnya. Saya menguatkan diri, inilah saatnya melakukan ujian kesabaran.

 

Mulai dari ujung kuncup yang membuka dengan diameter 1cm, terus membuka perlahan – lahan sampai akhirnya pukul sepuluh malam tepat kedua kuncup itu merekah hampir bersamaan menebarkan wangi yang begitu harum dan keindahan yang begitu menakjubkan.

 

Ya Tuhan, bunga-bunga itu sangat indah dan harum. Rasanya “pengorbanan saya dan putri kami selama empat jam terbayar lunas. Beginikah rasanya kalau kesabaran dan usaha yang telah kita lakukan akhirnya membuahkan hasil. Kenikmatan yang tiada tara. You really get what you give.


Kamu bertanya padaku 

Mereka pun bertanya padaku

Lalu pada siapa ku bertanya

Seribu tanya tanpa jawaban

Biar raja waktu yang menjawab

                        Laban, 19 Juni 2008

 

Hati itu telah hancur

Lulu lantak oleh gempuran badai

Sekian lama terhempas

Diombang-ambing pasang

Atas nama kesetiaan dan cinta

Mengapung tak tentu arah

Mengikuti gelombang tak berbatas

Menari tarian rasa

Bernyanyi lagu jiwa

Terdampar atau karam jadinya?

Geliat waktu yang bicara

                        Laban, 19 Juni 2008

 

 

Bicara aku salah

Diam pun masih salah

Harus bagaimana lagi

Aku ungkapkan

Bahwa aku pun punya rasa

Harga diri itu masih ku punya

 

                        Laban, 19 Juni 2008


Indahnya Bersyukur

 

Sekali lagi anakku merengek minta dibelikan sepeda strawberry. Sepeda penuh gambar sticker strawberry yang lagi ngetren. Anak-anak tetangga sudah banyak yang punya. Rupanya putri kecilku sudah mulai meminta dibelikan sesuatu yang dia inginkan.

Rencananya hari sabtu depan kami akan belikan sebuah sepeda strawberry untuknya. Tapi ternyata sebelum kami belikan, anak kami sudah punya sepeda “baru”, baru diservis.

Kebetulan, ada sepeda bekas milik sepupu saya yang sudah lama digantung didinding samping rumahnya. Oleh kakeknya (baca : bapak saya), sepeda dibersihkan, direparasi sedikit, lalu dibelikan accessoris secukupnya. Jadilah sepeda yang layak dipakai. Menerima hadiah sepeda bekas, putri kecilku ternyata sangat berbahagia. Sinar matanya begitu ceria, sangat bahagia. Sejak itu dia bisa bersepeda dengan teman-temannya meski sering diejek sepedanya bekas dan jelek. Sepertinya dia tidak peduli, bagi dia yang penting punya sepeda meski itu sepeda butut yang dipermak, tanpa dicat ulang.

 Melihat dia begitu bahagia dengan sepeda pengkengnya (Dia sebut sepeda pengkeng, maksudnya “pengkreng” yang dalam bahasa jawa berarti agak miring kesamping), saya tersadar bahwa betapa nikmatnya hidup kalau kita bisa menerima keadaan. Apapun adanya anugerah yang kita terima, susah senang, sesuai atau tidak dengan harapan dan keinginan kita, kalau kita ikhlas menerimanya, semua akan menjadi indah.

Kenikmatan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan akan berlimpah ketika kita bersyukur dan bisa menerimanya sengan sepenuh hati, apapun itu. Begitu banyak yang sudah kita dapatkan dalam kehidupan ini, maka bersyukur dan menerima apa adanya adalah anugerah kehidupan yang sebenarnya.

Meski hanya sepeda bekas, bukan sepeda baru, tapi anakku menerimanya dengan suka hati, sepeda itu terasa sebagai anugerah terindah baginya. Seperti dia yang menjadi  anugerah terindah bagi keluarga kami.

Suatu hari nanti, kami pasti akan belikan sepeda baru untukmu, nak. Benar-benar baru dan model terbaru.


Jenis-Jenis Container

 

Postingan ini saya buat dengan harapan bisa memberi sedikit bantuan untuk menentukan jenis container yang mana yang cocok untuk digunakan memuat cargo kita.

 

Berdasarkan ukuran, container dibedakan menjadi container 20ft, 40ft, 40HC ft dan 45 ft. sedangkan berdasarkan jenis cargo muatan dikenal dengan dry, reefer, dan special container.

Berikut adalah penjelasan mengenai tipe dan ukuran container yang saya peroleh dari daftar equipment standar internasional di sebuah pelayaran yang sering saya pakai untuk mengirim cargo saya. Tapi perlu diingat bahwa dimensi container bisa bervariasi pada masing-masing seri container, meski tidak terlalu signifikan.

 

Dry containers

Terdapat beberapa ukuran dan model/jenis Container dry:

  • 20′  dengan payload (Bisa memuat) sampai 28.3 metrik ton. Tapi perlu diingat standar yang diperbolehkan pengelola pelabuhan tidak sama di masing – masing negara. Untuk di Indonesia, rata-rata untuk pengiriman internasional hanya diperbolehkan sampai maksimum 20ton, demikian juga di wilayah sebagian besar Asia. Sedangkan di Chili dan sebagian besar negara Amerika Tengah maksimum 18ton.
  • 40′ – baik yang standard 8′6″ and maupun 9′6″ high cube – dengan payload sampai 30.4 metrik ton. Batas muatan yang diperbolehkan biasanya sampai 27 – 28 ton. Kalau di wilayah Amerika Serikat malah hanya 25ton.
  • 45′ – dengan ukuran 9′6″ high cube – dengan total kapasitas 86 meter kubik.

Dry/steel atau Dry/aluminium

Type

Exterior

Interior

Weight

Door Opening

Length

Width

Height

Length

Width

Height

Gross
Weight

Tare
Weight

Net
Weight

Width

Height

20′ Steel Dry Cargo Container

20′-0”

8′-0”

8′-6”

19′-4
13/16”

7′-8
19/32”

7′-9
57/64”

52,910lb

5,140lb

47,770lb

7′-8
1/8”

7′-5
3/4”

67,200lb

5,290lb

61,910lb

6.058m

2.438m

2.591m

5.898m

2.352m

2.385m

24,000kg

2,330kg

21,670kg

2.343m

2.280m

30,480kg

2,400kg

28,080kg

40′ Steel Dry Cargo Container

40′-0”

8′-0”

8′-6”

39′-5
45/64”

7′-8
19/32”

7′-9
57/64”

67,200lb

8,820lb

58,380lb

7′-8
1/8”

7′-5
3/4”

12.192m

2.438m

2.591m

12.032m

2.352m

2.385m

30,480kg

4,000kg

26,480kg

2.343m

2.280m

40′ Hi-Cube Steel Dry Cargo Container

 

40′-0”

8′-0”

9′-6”

39′-5
45/64”

7′-8
19/32”

8′-9
15/16”

67,200lb

9,260lb

57,940lb

7′-8
1/8”

8′-5
49/64”

12.192m

2.438m

2.896m

12.032m

2.352m

2.69m

30,480kg

4,200kg

26,280kg

2.343m

2.585m

45′ Hi-Cube Steel Dry Cargo Container

45′-0”

8′-0”

9′-6”

44′-5 7/10”

7′-8 19/32”

8′-10 17/64”

67,200lb

10,858lb

56,342lb

7′-8
1/8”

8′-5
49/64”

71,650lb

10,360lb

61,290lb

7′-8
1/8”

8′-5
49/64”

13.716m

2.438m

2.896m

13.556m

2.352m

2.698m

30,480kg

4,870kg

25,610kg

2.340m

2.585m

32,500kg

4,700kg

27,800kg

2.340m

2.585m

 

Beberapa pelayaran menyedikan container untuk kebutuhan khusus, misalnya ,

-          Container yang dilengkapi dengan beams hanger yang digunakan untuk mengirim garment/ baju dengan digantung tanpa packing karton,

-          Container dengan extra payload atau ukuran pintu lebih besar untuk muatan dengan berat dan dimensi lebih besar.

-          Bull rings dan lashing bars untuk pengikat cargo

-          Container yang berjendela (Ventilated containers) untuk hasil bumi yang membutuhkan sirkulasi udara misalnya kopi, coklat, bawang merah, bawang putih, dll.

 

 

Reefer

Sedangkan untuk barang- barang perishable yang membutuhkan perlakuan khusus misalnya ikan, sayur, buah baik segar maupun beku, kita bisa menggunakan container reefer yang dilengkapi dengan mesin pendingin yang bisa kita atur suhu container sesuai kebutuhan. Detail penanganan perishable cargo akan dijelaskan peda kesempatan yang lain. Sehingga kualitas dan daya tahan cargo tetap terjaga sampai diterima buyer di negara tujuan.

Type

Exterior

Interior

Weight

Length

Width

Height

Length

Width

Height

Gross
Weight

Tare
Weight

 

20′ M.G.S.S. Refrigerated Container

 

20′-0”

8′-0”

8′-6”

18′- 17/32”

7′-6 15/32”

7′-5 39/54”

67,180lb

6,700lb

 

6.058m

2.438m

2.591m

5.5m

2.298m

2.276m

30,480kg

3,040kg

 

20′ Aluminum Refrigerated Container

 

20′-0”

8′-0”

8′-6”

17′-9 15/16”

7′-6”

7′-3 63/64”

52,800lb

6,314lb

 

6.058m

2.438m

2.591m

5.543m

2.286m

2.235m

24,000kg

2,870kg

 

40′ M.G.S.S. Hi-Cube Refrigerated Container

 

40′-0”

8′-0”

9′-6”

37′-11 55/64″

7′-6 15/32”

8′-4 5/32”

74,960lb

9,150lb

 

12.192m

2.438m

2.896m

11.579m

2.298m

2.544m

34,000kg

4,150kg

 

40′ Hi-Cube Aluminum Refrigerated Container

 

40′-0”

8′-0”

9′-6”

38′-1 13/32″

7′-6”

8′-2 23/32”

67,200lb

9,480lb

 

12.192m

2.438m

2.896m

11.618m

2.286m

2.507m

30,480kg

4,300kg

 

Biasanya container-container reefer ini dilengkapi dengan fitur-fitur khusus seperti :

-          Dehumidification system yang menjamin suhu dan kelembaban container.

-          Bahkan Super freezer container bisa menjaga suhu terenda pada -60°C/ -76°F

 

Special equipment Container

Untuk cargo – cargo khusus baik dimensi maupun beratnya melebihi batas maksimal penggunaan container biasa, terdapat container khusus yang disediakan untuk barang-barang tersebut.

-          flat racks dan artificial tween decks (ATD) baik 20′ and 40′, yaitu container yang tidak memiliki dinding atau atap permanen atau dinding containernya bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan. Cocok untuk proses pemuatan barang dari atas maupun samping container. Biasanya digunakan untuk mesin-mesin berat, pipa, dll.

-          Open Top container, 20′ and 40′ yang atapnya bisa terbuka atau ditutup dengan terpal.

Type

Exterior

Interior

Weight

Length

Width

Height

Length

Width

Height

Gross
Weight

Tare
Weight

Net
Weight

20′ Full Height Open Top Container

 

20′-0”

8′-0”

8′-6”

19′-4 4/5”

7′-8 4/5”

7′-8 3/5”

67,200lb

5,140lb

62,060lb

52,910lb

5,310lb

47,600lb

6.058m

2.438m

2.591m

5.898m

2.352m

2.348m

30,480kg

2,330kg

28,150kg

24,000kg

2,410kg

21,590kg

20 ‘ Flat Rack Container with Four Freestanding Posts

 

20′-0”

8′-0”

8′-6”

18′-6 7/16”

6′-7 59/64”

6′-9 39/64”

66,140lb

6,150lb

59,990lb

6.058m

2.438m

2.591m

5.650m

2.030m

2.073m

30,000kg

2,790kg

27,210kg

20′ Flat Rack Container with Collapsible Ends

 

20′-0”

8′-0”

8′-6”

18′-5 31/32”

7′-3 23/32”

7′-3 59/64”

74,950lb

6,370lb

68,580lb

6.058m

2.438m

2.591m

5.638m

2.228m

2.233m

34,000kg

2,890kg

31,110kg

40′ Flat Rack Container with Four Freestanding Posts

 

40′-0”

8′-0”

8′-6”

38′-7 15/16”

6′-7 59/64”

6′-4 1/2”

99,210lb

11,908lb

87,302lb

12.192m

2.438m

2.591m

11.784m

2.030m

1.943m

45,000kg

5,400kg

39,600kg

40′ Flat Rack Container with Collapsible Ends

 

40′-0”

8′-0”

8′-6”

38′-7 39/64”

7′-3 23/32”

6′-4 61/64”

99,210lb

10,800lb

89,410lb

12.192m

2.438m

2.591m

11.752m

2.374m

1.955m

45,000kg

4,900kg

40,100kg

40′ Full Height Open Top Container

 

40′-0”

8′-0”

8′-6”

39′-7”

7′-8 9/10”

7′-8 3/5”

67,200lb

9,499lb

57,701lb

12.192m

2.438m

2.591m

12.032m

2.352m

2.348m

30,480kg

4,300kg

26,180kg

40′ Hi-Cube Hanger Container

 

40′-0”

8′-0”

9′-6”

39′-5 45/64″

7′-8 19/32″

8′-9 15/16″

67,200lb

9,172lb

58,028lb

12.19m

2.44m

2.90m

12.03m

2.35m

2.69m

30,480kg

4,200kg

26,280kg

 


Sore ini saya musti entri data dokumen pengiriman barang. Karena anak saya pingin main di teras, akhrinya kerjaan saya kerjakan di teras. Sambil kerja, sambil nemenin anak main. Wow nikmatnya.

Sebentar kemudian, lewat di jalan depan rumah seorang Bapak tua penjual es jolly yang sedang menuntun sepeda usangnya berkeliling kampung menjajakan jualannya, es jolly dengan menggoyang-goyangkan lonceng besinya. Ting – ting – ting memanggil pembeli. Ya, Bapak ini bapak yang sama ketika dulu waktu kami masih kecil selalu dibuat menangis. Merengek pada ibu untuk dibelikan es jolly. Adik-adik saya bahkan dalam sehari bisa menikmati es jolly sampai dua atau tiga kali, tergantung berapa kali Bapak itu lewat jalan depan rumah kami.

Sekarang, kami sudah tumbuh dewasa, bahkan saya sendiri sudah berkeluarga dengan satu putri, sementara adik-adikku sudah lulus kuliah dan sudah bekerja dengan gaji yang lumayan. Tapi, Bapak itu masih saja berjualan es jolly dan dengan sepeda yang sama ketika kami jadi pelanggannya dua puluh tiga tahun lalu. Entah rela atau terpaksa.

Sejenak saya berpikir, betapa kami sangat beruntung telah berhasil mengubah jalan hidup kami menjadi lebih baik dari kehidupan yang musti dilalui orang tua kami waktu kami masih kecil.

Saya jadi teringat kata-kata ibu yang sering kali diucapkan ketika kami sedang putus asa dalam belajar. “Kalian harus sekolah. Biar orang tuamu hanya lulusan SD dan kerjanya macul di sawah, anak-anaknya harus sarjana supaya tidak jadi orang susah seperti bapak dan ibu.”

Saya tidak bisa membayangkan andai kami tidak disekolahkan oleh orang tua kami, mungkin sekarang ini kami harus memeras keringat di sawah berjibaku agar sawah kami menghasilkan panenan yang banyak. Menjalani kehidupan yang sama dengan orang tua kami pada waktu kami masih kecil. Mungkin saya tidak bisa menikmati enaknya kerja di rumah sambil bermain dengan anak saya, adik laki-laki saya mungkin tidak akan jadi seorang manajer diusia muda, dan adik perempuan saya tidak akan jadi dosen, cita-cita impiannya.

Memang sekolah tidak menjamin seseorang menjadi orang sukses, tapi setidaknya dengan bersekolah orang menjadi terdidik untuk bisa mengubah jalan hidupnya menjadi lebih baik.

Ah.. hidup kami lebih beruntung dari pada Bapak penjual es yang telah menjalani kehidupan yang sama selama lebih dari separoh umurnya.

  

 

 

 

 


Bangkit

07Jun08

Indonesia sedang meriahnya merayakan momen kebangkitan bangsa ke 100 tahun. saya pun terhenyak sesaat ketika melihat begitu megahnya perayaan di senayan waktu itu. saya jadi teringat dulu ketika jaman orde baru perayaan – perayaan model seperti ini sering sekali diselenggarakan. ribuan siswa membentuk konfigurasi gambar presiden, simbol-simbol negara, dan melakukan atraksi-atraksi berbau nasionalisme. eh.. setelah sibuk reformasi dan gejolak sosial politik yang mengikutinya, sepertinya pemerintah lupa bahwa masih ada sebagian kecil rakyat yang masih menantikan acara-acara serupa, termasuk saya mungkin.

tak terasa saya pun terimbas untuk melakukan gerakan kebangkitan diri saya. sempat merenung beberapa waktu, meresapi yang sudah saya kerjakan, sedang saya kerjakan, mangkrak saya kerjakan. saya daftar impian – impian saya, harapan saya, serta tujuan hidup saya.

akhirnya.. saya pastikan bahwa inilah waktunya saya juga harus ikut bangkit, bangkit dari tidur yang cukup lelap, bangkit dari kemangkrakan, bangkit dari zona nyaman hidup saya, dan bangkit dari keengganan melangkah.

tararram… jadilah saya mula menulis lagi di blog ini.. setelah sekian lama terkesampingkan oleh malas, kesibukan, dan segala macam alasan yang sengaja dibuat atau memang begitu adanya.

I’m back now..


Berhenti sejenak dari riuh hidup

Mencoba menggali hati, mengurai masa

Memadamkan merah, memutihkan jiwa

Dua puluh empat jam saja

Menghamba diri sepenuh jiwa padaNya 

Berharap cerah menjelang

Mengganti gulita tidak berujung 

Selamat hari raya nyepi tahun baru caka 1930                   

                     Laban, 9 Maret 2008 

Aku pergi bukan berlari

Menghindar bukan sembunyi

Hanya berharap jeda

Sejenak masa untuk merenung

Menginsafi yang telah terjadi

Mencari jalan untuk berbenah

Menuju terang yang sempurna                   

                     Laban, Hari Nyepi 2008


Bunda,

Hari ini kami belajar menggambar

Lalu, ku gambar wajah bunda yang sejuk

Wajah ayah yang bijak

Wajah cantik adik Lala,

Juga wajah sabar Bi Inah

Tak lupa rumah indah kita 

Ku warnai dengan cinta

Ku bingkai dengan hati

Karena akan kupersembahkan untukmu,

Atas cinta yang kau beri 

Bunda,

Simpan gambarku ini

Karena hanya ini yang akan kubawa

Sekaligus kutinggalkan untuk kalian

Bukan karena tidak sayang 

Tapi memenuhi panggilan takdir        

                (untuk (alm) Bennet dan Ezra kecil) 

Laban, 27 Maret 2008


Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai perijinan dan prosedur ekspor, bahasan kali ini akan membicarakan masalah shipment term, yaitu moda atau model pengapalan / pengiriman barang.Pada umumnya pengiriman barang bisa dilakukan via laut  dengan kapal (seafreight) dan via udara dengan pesawat terbang (airfreight.) Seafreight cocok digunakan untuk barang dengan volume banyak baik dalam arti kubikasi maupun berat, tetapi tentunya memerlukan jangka waktu pengiriman yang lebih lama. Sedangkan airfreight cocok untuk barang dengan volume kecil baik berat maupun kubikasinya, dengan kelebihan jangka waktu pengiriman lebih pendek.  Untuk seafreight  bisa menggunakan container atau loose cargo atau juga dikenal dengan nama bulk cargo atau cargo curah.

Bulk atau loose cargo adalah cargo yang dikirim dengan tidak menggunakan container tetapi langsung dimuat diatas deck kapal baik deck atas maupun dalam deck. baik dengan atau tanpa kemasan karung. Biasanya barang – barang dimuat adalah barang curah misalnya pasir, hasil tambang, pupuk, jagung, dll.

Untuk cargo yang menggunakan container kita mengenal istilah FCL dan LCL. FCL atau full container loaded  digunakan untuk suatu container yang digunakan oleh satu orang shipper  (pengirim barang) secara ekslusif untuk pengirimannya sendiri. Artinya berapapun jenis barang yang dimaksud selama container itu digunakan oleh satu shipper istilah FCL digunakan. Misalnya, satu eksporter akan mengirim barang berupa furniture, barang elektronik ke suatu negara memerlukan container 20 ft dan digunakan sendiri khusus untuk barangnya, maka pengiriman model ini disebut FCL.

 Istilah LCL (less container loaded) artinya container memuat beragam barang milik dari beberapa shipper. Dalam hal ini si pemilik barang akan mengumpulkan barang-barangnya kepada konsolidator yang akan menggabungkan banyak barang supaya bisa dimuat dalam satu container untuk dikirim ke negara tujuan. Biasanya, seluruh barang dikumpulkan di gudang konsolidator dan dimuat oleh konsolidator dalam satu container lalu dikirim ke pelabuhan transit, biasanya Singapura, kemudian di bongkar dan dikumpulkan lagi ke dalam satu kontainer dengan barang – barang lain untuk tujuan negara yang sama.Container sendiri ada beberapa jenis dan ukuran.

Berdasarkan ukuran, container ada yang 20ft, 40ft, 40HCft (highcube atau jumbo)ft dan 45ft. sedangkan berdasarkan tipe, container ada steel dry ( dry container) atau kontainer untuk barang – barang kering), reefer container (untuk barang basah dan segar), tank container ( untuk barang cair), flat rack container (container flat tanpa dinding samping dan atas untuk barang yang tidak bisa dimuat dengan container tertutup biasanya mesin-mesin dll, open top container (container dengan atap terbuka tapi tetap ada dinding samping).

Penentuan rate atau freight untuk FCL ditentukan berdasarkan berapa unit container yang dipakai, tipe dan ukuan container serta kemana container dikirim. Sedangkan, rate atau freight untuk LCL ditentukan berdasarkan kemana barang dikirim dan berapa volume kubikasinya atau beratnya, mana yang lebih besar. Demikian juga halnya dengan pada airfreight, berdasarkan volume kubikasi atau berat.

Berdasarkan kondisi penerimaan dan pengiriman barang oleh agen seafreight dan airfreight, dikenal istilah CY – CY atau Port – Port  yang artinya barang diterima oleh pihak agen di pelabuhan muat  dan dikirim hanya sampai pelabuhan bongkar. Sedangkan Door – Door, berarti barang diambil oleh agen di gudang pengirim dan dikirim sampai gudang penerima. Sedangkan istilah CFS – CFS, berarti barang diterima di gudang konsolidator pelabuhan muat dan dikirim hanya sampai gudang konsolodator pelabuhan bongkar. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya kombinasi misalnya CY – Door, atau Door – Port, dll. 

Demikian dulu bahasan mengenai shipment term, pada kesempatan lain akan dibahas masalah lain yang tentunya masih berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor. Semoga bermanfaat.